News Update :
SENKOM BANGKALAN - MENEMBUS JARAK TANPA BATAS

.

.

POLANTAS BANGKALAN TEGUR ANGGOTA DEWAN

Jika tidak sesuai dengan prosedur, polisi lalu lintas tidak pandang bulu untuk menegur atau bahkan menindak. Terbukti, salah seorang pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan ditegur di depan khalayak umum oleh polisi lalu lintas. Siapa pimpinan DPRD yang ditegur?
Adalah Wakil Ketua DPRD Bangkalan Munawar Cholil yang kebetulan ditegur polisi di Jalan Melati Bangkalan. Itu lantaran mengganti pelat hitam mobil dinasnya dari seharusnya pelat merah.
 Polisi sendiri diyakini mengetahui pelanggaran oleh Munawar Cholil. Maklum, mobil bernopol M 4 GP itu biasanya berwarna merah dan kemarin tiba-tiba berubah hitam.
”Terpaksa kami tegur karena tidak boleh secara aturan pelat merah diganti pelat hitam. Kecuali kondisinya memang tidak kondusif, sehingga mengancam pejabat tersebut. Kemarin kan aman-aman saja tidak genting,” kata salah seorang polantas yang menegur Munawar Cholil. Kasat Lantas Polres Bangkalan AKP Yusis Budi K membenarkan anak buahnya melakukan peneguran terhadap salah satu unsur pimpinan DPRD. Menurut dia, tindakan anak buahnya berdasarkan pada ketentuan.
Lebih jauh dikatakan, bahwa tidak diperbolehkan pelat merah kendaraan dinas diganti dengan pelat hitam. Terkecuali, ada imbauan dari Polri ka rena kondisi sangat genting dan tidak aman yang mengancam para pengendara mobil dinas. ”Seperti kondisi waktu kenaikan BBM, mahasiswa kan banyak menyandera pelat merah. Makanya, disarankan diganti pelat hitam. Kalau di Bangkalan kan sudah aman dan kondusif sekarang,” terang Yusis. Apa ada kemungkinan untuk kepentingan pengisian BBM bersubsidi? ”Bisa jadi seperti itu. Tapi, saya tidak berani memastikan.
Sebab, saya tidak mau berprasangka buruk pada orang lain. Kecuali memang  ditemukan saat mengisi BBM di SPBU,” tegas Yusis. Lebih jauh perwira asal Madiun ini menjelaskan, ada pengecualian untuk semua forpimda yang mempunyai nopol rahasia mobil dinasnya. ”Meski begitu, hal itu masih harus minta persetujuan ke Polda Jatim Mas,” kata Yusis. Ditambahkan, berdasarkan pengamatan di lapangan, memang masih banyak ditemukan mobil dinas berganti pelat hitam.
Hanya saja, sejauh ini memang belum ada satu pun yang ditindak oleh petugas. Karena itulah, Yusis meminta agar semua kendaraan dinas tetap menggunakan pelat no mor sebagaimana asalnya. Sehingga tidak melanggar aturan. ”Kalau nanti memaksa, bisa kita tindak juga,” tegasnya. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Madura memang relatif banyak kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Bangkalan yang kerap berganti pelat nomor. Bahkan, beberapa kali Jawa Pos Radar Madura melihat sendiri saat salah satu sopir kendaraan dinas mengganti pelat nomor dari semula merah ke hitam.
Sementara itu, Munawar Cholil saat dikonfi rmasi tetap bersikukuh menggunakan pelat hitam dengan alasan situasi tidak kondusif. Yakni, adanya demonstrasi sejumlah kader PPP di depan kantor DPC PPP kemarin. ”Awalnya saya menggunakan pelat merah, tapi karena situasinya genting saya ganti pelat hitam,” kata Munawar Cholil. Ditegaskan, pihaknya tidak ada maksud untuk melanggar aturan lalu lintas. Namun, yang terjadi semata-mata karena menyesuaikan dengan keadaan di lapangan. ”Tidak ada keinginan untuk melanggar. Sekali lagi, murni karena situasi,” pungkas Munawar Cholil. (radar)

sumber : http://www.maduraterkini.info/headline/polisi-tegur-pimpinan-dewan.html
Share this Article on :
 

© Copyright SENKOM BANGKALAN 2010 -2015 | Modified by EGRP | Published by Senkom Bangkalan.