News Update :
SENKOM BANGKALAN - MENEMBUS JARAK TANPA BATAS

.

.

SENKOM Rescue Propinsi Bali Mengikuti Gladhi Lapang Gempa Bumi & Tsunami

SENKOM Rescue Propinsi Bali Mengikuti Gladhi Lapang Gempa Bumi & Tsunami
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menggelar simulasi penanggulangan bencana dan tsunami dengan melibatkan lebih dari 400 personel dari semua unsur termasuk aparat TNI/Polri, SENKOM Mitra Polri, BASARNAS, TAGANA, PMI, Karang Taruna, Perhotelan dan masyarakat di kawasan wisata Tanjung Benoa, Kabupaten Badung.

“Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat di Tanjung Benoa dan masyarakat pesisir selatan Bali bahwa daerah itu merupakan rawan Tsunami dan sekaligus juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dan uji coba alat–alat canggih yang dimiliki oleh Pusdalops.” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Nusa Dua kemarin.

Kegiatan ini merupakan program pemerintah yang langsung dilaksanakan di lapangan setelah sebelumnya melakukan pemantapan pada level petugas dan sekaligus uji coba Protap yang sudah dibuat.
Hadir dalam kegiatan tersebut 5 Personel Anggota SENKOM Mitra Polri Provinsi Bali yang ditempatkan di unit TRC (Tim Reaksi Cepat). Unit ini berfungsi sebagai pasukan pendobrak yang pertama kali menuju ke lokasi bencana dengan melakukan tugas pendataan korban, pendataan kerusakan, pemetaan luas kerusakan sekaligus melakukan evakuasi korban sebelom kedatangan anggota PMI dan instansi terkait.
Pihaknya telah menyusun skenario yang didahului dengan terjadinya gempa bumi berkekuatan di atas 7 skala Richter dan disusul dengan adanya pemberitahuan adanya potensi Tsunami.

Begitu sirene dibunyikan masyarakat sekitar kemudian berbondong-bondong melarikan diri ke area evakuasi yang telah disiapkan sebelumnya. Selain proses evakuasi, kesiapsiagaan petugas medis, petugas lapangan termasuk petugas di ruang pusat informasi bencana yakni di Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengendalian Operasional (UPT Pusdalops) di Denpasar.

Selain melatih masyarakat dan petugas lapangan, petugas operasional Pusdalops juga harus memahami dengan cepat apabila terjadi suatu bencana, sehingga mereka bisa lebih tanggap dan bertinak seara cepat dan tepat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pihak perhotelan dalam kegiatan simulasi penggulangan bencana. Sedikitnya tujuh hotel di kawasan wisata elit tersebut ikut berpartisipasi karena sebelumnya mereka telah menandatangni kesepakatan dengan aparat desa setempat untuk ikut menyedikan area untuk evakuasi. (Bali9)
Share this Article on :
 

© Copyright SENKOM BANGKALAN 2010 -2015 | Modified by EGRP | Published by Senkom Bangkalan.